Pengaruh Kualitas Cahaya Terhadap Tumbuhan

Cahaya matahari yang sampai pada tajuk atau kanopi tanaman tidak semuanya dapat dimanfaatkan, sebagian dari cahaya tersebut diserap, sebagian ditransmisikan, atau bahkan dipantulkan kembali. Kualitas cahaya adalah mutu cahaya yang dinyatakan dengan panjang gelombang. Kualitas cahaya matahari ditentukan oleh proporsi relatif panjang gelombangnya, selain itu kualitas cahaya tidak selalu konstan namun bervariasi dari musim ke musim, lokasi geografis serta perubahan komposisi udara di atmosfer.

Secara fisika, radiasi matahari merupakan gelombang- gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. Tidak semua gelombang- gelombang tadi dapat menembus lapisan atas atmosfer untuk mencapai permukaan bumi. Pengertian cahaya berkaitan dengan radiasi yang terlihat oleh mata, dan hanya sebagian kecil saja yang diterima dari radiasi total matahari. Cahaya yang tampak (visible light) mempunyai panjang gelombang dari 400 mµ sampai 760 mµ (1 mµ = 10 Angstrom). Cahaya itu terdiri dari berbagai panjang gelombang dan warna.

Sehubungan dengan tanaman, tidak semua panjang gelombang bermanfaat bagi tanaman. Panjang gelombang yang berfungsi untuk aktivitas fotosintesis tanaman adalah berkisar antara 400 mµ sampai 760 mµ atau sinar yang tampak. Selang panjang gelombang yang menghasilkan cahaya yang dapat dilihat disebut dengan PAR (photosyntetically active radiation). Suatu penelitian yang dilakukan untuk melihat besarnya absorpsi tanaman terhadap photosyntetically active radiation memperlihatkan bahwa ternyata setiap panjang gelombang memperlihatkan daya absorpsi yang berbeda-beda.


Tulisan terkait