Gerak Nasti Pada Tumbuhan

Gerak nasti pada tumbuhan dapat berupa gerak nastis yang timbul akibat perbedaan laju tumbuh disisi berlawanan dari suatu organ, dan berupa gerak variasi yang disebabkan akibat perubahan turgor di dalam sel-sel tertentu. Gcrak nastis (gerak tumbuh) memiliki sifat permanen, misalnya hiponasti dan epinasti, sedangkan gerak variasi sifatnya sementara atau tidak permanen, misalnya niktinasti, tigmonasti dan hidronasti.

(1)  Gerak Epinasti dan Hiponasti.
Gerak ini umumnya terjadi pada petiolus atau lamina. Epinasti terjadi bila sel di bagian atas petiolus dan lamina tumbuh lebih cepat daripada sel di bagian bawah dan jika perbedaan laju pertumbuhan terjadi sebaliknya di sebut hiponasti.

(2)  Gerak Niktinasti
Beberapa tumbuhan, terutama Leguminosae memiliki daun yang posisinya hampir mendatar pada siang hari dan melipat pada malam hari. Lipatan tersebut dapat ke atas atau ke bawah tergantung pada jenis tumbuhan. Gerakan seperti ini disebut gerak niktinasti (Yunani : nux = malam) yang khas merupakan proses irama yang dikendalikan oleh interaksi antara lingkungan dan waktu biologis.

Daun-daun yang memperlihatkan niktinasti memiliki bagian yang membengkak seperti bantalan pada tangkai daun atau anak tangkai daun disebut pulvinus. Adanya banyak vakuola yang mungkin berisi berbagai enzim, dan adanya fibril-fibril tipis yang arahnya sejajar satu sama lain dalam sitoplasma menunjang terjadinya gerakan. Gerakan berhubungan dengan perubahan turgor dan terjadi pengkerutan dan perluasan sel-sel parenkim yang terdapat pada sisi yang berlawanan pada pulvinus.

Pada Albizia, perubahan turgor disebabkan oleh aliran ion kalium. Perpindahan ion kalium menyebabkan perubahan potensial osmotik yang besar pada sel-sel motor yang mengakibatkan daun bergerak ke atas atau ke bawah. Diduga auksin terlibat dalam kegiatan ini. Auksin yang diproduksi pada siang hari kebanyakan diangkut ke bagian bawah petiolus. Ion kalium akan bergerak ke arah kandungan auksin-nya yang tinggi, air masuk ke bagian bawah pulvinus dan daun terbuka (bangun). Angkutan auksin berkurang pada malam hari sehingga terjadi reaksi sebaliknya. Auksin yang diberikan ke bagian atas atau bagian bawah pulvinus, akan menyebabkan terbuka atau terlutupnya daun secara berturut-turut.

(3)     Gerak Tigmonasti
Gerak nasti akibat sentuhan disebut tigmonasti (Yunani thigma= sentuhan). Gerak ini terutama terlihat pada Mimomosaceae, contoh yang paling jelas adalah Mimosa pudica (putri malu). Bila satu anak daun diberi sentuhan atau kejutan, daun-daun akan menutup dengan cepat, rangsangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan, sehingga anak-anak daun yang lain ikut menutup. Penutupan daun terjadi karena air diangkut keluar dari sel motor pada pulvinus. Penyebaran isyarat pada Mimosa terrjadi dalam bentuk elektris (perubahan voltase) dan biokimia (bahan kimia yang bergerak melalui xilem)

(4)     Gerak Hidronasti (higronasti)
Gerak hidronasti meliputi gerak pelipatan atau menggulung daun yang terjadi akibat respon terhadap keadaan rawan air. Gerak pelipatan atau menggulungnya daun terjadi akibat hilangnya turgor dalam sel motor berdinding tipis yang disebut sel buliform. Sel buliform tidak atau sedikit memiliki kutikula, schingga hilangnya air melalui transpirasi berlangsung lebih cepat dibandingkan sel epidermis lainnya. Turgiditas sel yang tetap di sisi bawah daun pada saat tekanan turgor menurun, menyebabkan daun terlipat.

Gerak Nutasi
Gerak Nutasi merupakan gerak tumbuh ke atas yang gerakannya seperti spiral. Diduga disebabkan olch keseimbangan yang tidak stabil pada pucuk batang, yang menyebabkan terjadinya osilasi dalam memproduksi zat pengatur tumbuh.


Tulisan terkait