Cara Kerja Jantung Manusia

Jantung manusia merupakan sebuah organ yang berfungsi di dalam sirkulasi peredaran darah. Jantung bekerja sepanjang kita hidup, karena itu jantung itu sendiri membutuhkan makanan yang dibawa oleh darah. Pembuluh darah yang terpenting dan memberikan darah untuk jantung dari aorta asendens dinamakan arteri koronaria.

Kerja jantung dipengaruhi oleh kerja syaraf yaitu nervus simpatikus untuk menggiatkan kerja jantung dan nervus parasimpatikus ,khususnya cabang dari nervus vagus yang bekerja memperlambat kerja jantung. Jantung dapat bergerak yaitu mengembang dan menguncup yang disebabkan oleh adanya rangsangan yang berasal dari susunan saraf otonom. 

Rangsangan ini diterima oleh jantung pada simpul saraf yang terdapat pada atrium dekstra dekat masuknya vena cava yang disebut dengan nodus sinoatrialis (A.V. Node) kemudian merambat ke otot-otot atrium sehingga otot atrium berkontraksi. Kemudian impuls mencapai A.V. Node dimana impuls dari atrium ditunda di A.V. Node selama 0,1 detik sebelum masuk ke ventrikel. Keadaan ini memungkinkan atrium berkontraksi mendahului ventrikel. Dari A.V.node, impuls dirambatkan ke berkas Hiss dan selanjutnya ke serabut purkinje yang menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian ventrikel. Dengan demikian seluruh jantung berkontraksi, sehingga sistem inilah yang mengakibatkan denyut jantung berirama (ritmis).

Siklus jantung merupakan periode akhir kontraksi jantung samapai akhir kontraksi berikutnya. Gerakan jantung terdiri dari dua yaitu konstriksi (sistole) dan pengendoran (diastole) konstriksi dari ke dua atrium terjadi secara serentak yang disebut sistole atrial dan pengendorannya disebut diastole atrial. Lama konstriksi ventrikel 0,3 detik dan tahap pengendoran selama 0,5 detik. 

Konstriksi kedua atrium pendek sedangkan konstriksi ventrikel jauh lebih lama dan lebih kuat. Daya dorong ventrikel kiri harus lebih kuat karena harus mendorong darah ke seluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah sistemik. Meskipun ventrikel kanan juga mempunyai tugas yang sama tetapi tugasnya hanya mengalirkan darah ke sekitar paru-paru ketika tekanannya lebih rendah. Lamanya siklus jantung kurang lebih 0,8 detik, berarti jantung berdenyut 75 – 80 kali dalam setiap menit.

Selama gerakan jantung, dapat terdengar dua macam suara yang disebabkan oleh katup-katup yang menutup. Bunyi pertama disebabkan menutupnya katup atrioventrikel, dan bunyi kedua karena menutupnya aorta dan arteri pulmonary setelah konstriksi dari ventrikel. Bunyi yang pertama panjang (leb) dan yang kedua adalah pendek dan tajam (deb). 

Bunyi denyut jantung jelas terdengar dengan menggunakan stetoskop (auskultasi) pada tempat aorta, tempat pulmonal, tempat trikuspidalis, dan tempat mitral. Getaran suara yang ditimbulkan nadanya rendah dan relatif berlangsung lama, dan dikenal sebagai bunyi jantung pertama, lama bunyi jantung pertama kira-kira 0,14 detik. Bunyi jantung kedua timbul sebagai akibat dari getaran katup semilunaris yang tegang menutup dengan tiba-tiba dan juga dari getaran darah serta dinding arteri pulmonalis dan aorta. Lama bunyi jantung kedua kira-kira 0,11 detik.

Kontraksi jantung dikendalikan oleh sistem saraf otonom. Kecepatan denyut jantung dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu.

1. Pressoreflex jantung : terletak pada lengkung aorta, carotis sinus, dan bagian proksimal vena cava. Jika daerah ini terangsang, dapat menghambat dan mempercepat kecepatan denyut jantung.


2. Faktor Miscellaneus : misalnya panas, dingin, dan sakit dapat mempengaruhi kecepatan denyut jantung.

3. Emosi : misalnya perasaan takut akan memperlambat denyut jantung.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi mengalirnya darah kembali ke jantung adalah.
1. Pengaruh diastole atrium, diikuti kontraksi atrium yang mengakibatkan pengurasan darah dari atrium sehingga tekanan dalam vena cepat lebih tinggi dari atrium, sehingga darah mengalir dari vena cava ke atrium dexter.

2. Pergerakan pernapasan membantu darah kembali ke jantung. Jika diafragma berkontraksi,maka tekanan dalam rongga perut bertambah.

3. Kontraksi otot lurik dan gerak valvula semilunaris dari vena. Kontraksi otot lurik akan menekan vena-vena yang halus dalam otot, sehingga tekanan darah naik. Sehingga darah akan cepat mengalir ke jantung. Bila otot relaksasi, maka mengalirnya darah kembali dicegah oleh menutupnya valvula semilunaris vena.

Tekanan darah didefinisikan sebagai kekuatan yang dihasilkan aliran dari darah terhadap setiap luas dari dinding pembuluh (dinyatakan dalam milimeter air raksa (mmHg)) dan diukur dengan menggunakan Spygmomanometer pada lengan atas kanan. Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120mmHg (sistole) dan tekanan darah pada saat ventrikel relaksasi (diastole) rata-rata 80mmHg. Selisih antara sistole dan diastole disebut tekanan nadi. Tekanan sistole dapat naik dalam keadaan arterioskleriosis atau klep aorta mengalami insufficiency.


Tulisan terkait