Download Laporan Uji Seliwanoff

(Berikut ini adalah laporan praktikum tentang Uji Seliwanoff. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI. Berikut adalah gambaran singkat tentang laporan praktikum Uji Seliwanoff yang dimaksud)

I. Judul Praktikum : Uji Seliwanoff

II. Tujuan Praktikum : Untuk mengidentifikasi  gula ketosaheksosa  separti  fruktosa

III. Landasan Teori :
Uji  Seliwanoff  adalah  uji  yang  spesifik  dalam  mengidentifikasi  gula ketosaheksosa  separti  fruktosa.  Dalam  pengujian  ini  golongan  aldosa  tidak bereaksi,  sedangkan  ketosa  mengalami  proses  dehidrasi  untuk  memberikan derivat furfuralnya yang  kemudian akan mengalami  kondensasi  dengan resorcinol dan  membentuk  senyawa  kompleks  yang  berwarna  merah.  Pada  pengujian dilakukan  pemanasan  pada  larutan,  pemanasan  akan  membantu  proses  hidrolisis disakarida  yang  akan  menghasilkan  monosakarida  ketosa,  dan kemudian  memberi warna.  Pengujjian  Seliwanoff  bereaksi  positif  pada  saat  sukrosa  mengalam hidrolisis  menjadi  glukosa  dan  fruktosa.  Reagen  yang  digunakan  pada  Pengujian Seliwanoff  adalah  reagen  Seliwanoff  yang  terbuat  dari  0,05%  resorcinol  (m- hidroksi-benzena)  di  dalam  3  N  HCl  encer,  keberadaan  HCl  dalam  reagen  pada saat  fruktosa  yang  berada  dalam  golongan  ketosa  bereaksi  dengannya  akan menghasilkan  warna  merah  cherry  dengan  struktur  kimia  yang  kompleks. Sebaliknya  golongan  disakarida  seperti  maltosa  dan  laktosa  tidak  bereaksi (negatif)  pada saat  mereka dihidrolisis  menjadi  monosakarida aldosa, dengan kata lain  aldosa  tidak bereaksi dalam uji Seliwanoff ini…..dst)

Baca selengkapnya...

Download Laporan Uji Molisch

(Berikut ini adalah laporan praktikum tentang Uji Molisch. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI. Berikut adalah gambaran singkat tentang laporan praktikum Uji Molisch yang dimaksud)

I. Judul Praktikum : Uji Molisch

II. Tujuan Praktikum : Untuk mengidentifikasi adanya karbohidrat pada suatu sampel

III. Landasan Teori :
Uji  Molisch  adalah  uji  umum  yang  biasa  di  pakai  untuk  mengidentifikasi adanya  karbohidrat  pada  suatu  sampel. Beberapa prinsip  dasar  dari  uji  Molisch antara  lain,  proses  dehidrasi  heksosa  atau  pentosa  oleh  karena  adanya  pengaruh asam  sulfat  pekat  sehingga  membentuk  furfural,  dan  beraksinya  kondensasi aldehida  dengan  -naftol  akan  membentuk  senyawa  yang  berwarna  hanya  pada golongan  polisakarida  dan  disakarida. Pengujian  ini  memiliki  tiga  tahapan  prose yaitu,  hidrolisis  polisakarida  dan  disakar ida  yang  menghasilkan  heksosa  atau pentosa,  kemudian  dilanjutkan  dengan  proses  dehidrasi  dan  di  akhiri  dengan proses  kondensasi. Pada pengujian Molisch  pereaksi yang dipakai  adalah  pereaksi Molisch  yang  terdiri  dari  5%  -naftol  dalam  95%  alkohol  yang  diikuti  dengan penambahan  2  mL  H2S4 atau  asam  sulfat  pekat  yang  berfungsi  untuk mendehidrasi  heksosa  dan  pentosa…..dst)

Baca selengkapnya...

Download Laporan Uji Iodium (KI/I)

(Berikut ini adalah laporan praktikum tentang Uji Iodium (KI/I). Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI. Berikut adalah gambaran singkat tentang laporan praktikum Uji Iodium (KI/I) yang dimaksud)

I. Judul Praktikum : Uji Iodium (KI/I)

II. Tujuan Praktikum : Untuk mengidentifikasi adanya gula pereduksi pada suatu sampel

III. Landasan Teori :
Pada  uji iodine, uji  karbohidrat  yang  bereaksi  dengan iodine dilakukan  untuk mendeteksi  ada  tidaknya  karbohidrat,  uji  tersebut  juga  dilakukan  untuk mendeteksi polisakarida.  Warna yang spesifik  akan  muncul  saat iodine diteteskan pada  polisakarida  yang  akan  diuji.  Amilum  yang  ber eaksi  dengan iodine akan membentuk warna  biru,  sedangkan  dekstrin akan membentuk warna  merah coklat dan  reaksi  glikogen  dengan iodine akan  membentuk  warna  coklat.  Uji iodine ini dilakukan untuk membedakan amilum dan glikogen (Rismaka, 2009). Karbohidrat  yang  tersusun  atas  lebih  dari  1  monomer  akan  bereaksi  positif terhadap  uji  KI/I.  Selusosa  dan  karbohidrat  sederhana  tidak  akan  bereaksi terhadap  uji  ini. Iodine akan  teradsorbsi  pada  permukaan  polisakarida  pada  saat terikat  pada  ikatan  antar  monomer-monomer nya  sehingga  terbentuk  kompleks warna  yang  spesifik.  Uji  ini  dapat  dilakukan  sebagai  uji  kualitatif  dan  uji kuantitatif….dst)

Baca selengkapnya...

Download Laporan Uji Bial

(Berikut ini adalah laporan praktikum tentang Uji Bial. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI. Berikut adalah gambaran singkat tentang laporan praktikum Uji Bial yang dimaksud)

I. Judul Praktikum : Uji Bial

II. Tujuan Praktikum : Untuk membedakan  adanya  pentosa  atau  heksosa  dalam  suatu  sampel

III. Landasan Teori :
Uji  Bial  merupakan  uji  yang  didasari  oleh  konversi  pada  gula  pentosa  seperti ribosa  didalam  keadaan  asam  dan  panas  menjadi  senyawa  furfural,  yang kemudian  bereaksi  dengan  orsinol  (3,5-hidroksitoluena) dan  mengeluarkan  warna hijau. Reagen  yang  digunakan  pada  pengujian  Bial  ini  adalah  pereaksi  Bial  yang mengandung  0,3%  larutan  orsinol  dan  FeCl3 di  dalam  HCl  pekat.  HCl  yang  terdapat  pada reagen  akan  mendehidrasi gula  menjadi furfural. Jika  dalam  sampel terdapat  gula  pentosa  lar utan  akan  berwarna  hijau  dal am  kurun  waktu  sepuluh menit.  Seperti  misalnya  pada  RNA  yang  memiliki  ribosa  yang  adalah  gula pentosa  sehingga  akan  bereaksi  dengan  orsinol  dalam  kondisi  mendidih  akan berwarna  hijau  dan  membentuk  struktur  yang  kompleks  dengan  absorbansi maksimum  665  mm.  Sedangkan  golongan  heksosa  ditandai  keberadaanya  jika hasil  uji  larutan  berwarna  coklat sampai  keabu-abuan. Pada umumnya  uji Bial  di pakai  untuk    membedakan  adanya  pentosa  atau  heksosa  dalam  suatu  sampel larutan.(Sumardjo,2008)….dst)

Baca selengkapnya...

Download Laporan Uji Benedict

(Berikut ini adalah laporan praktikum tentang Uji Benedict. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI. Berikut adalah gambaran singkat tentang laporan praktikum Uji Benedict yang dimaksud)

I. Judul Praktikum : Uji Benedict

II. Tujuan Praktikum : Untuk mengidentifikasi adanya polisakarida pada suatu sampel

III. Landasan Teori :
Uji  Benedict  adalah  uji  yang  umum  dilakukan  bagi  karbohidrat  yang  memiliki gugus aldehida atau keton yang bebas seperti yang ada di maltosa dan laktosa. Uji Benedict  ini  melibatkan  proses  oksidasi  dan  reduksi  sebagai  prinsip  dasar pengujian  yang  juga  dapat  mengindikasikan  adanya  gula  pereduksi.  Pada pengujian  Benedict reagen  yang  dipakai  sebagai  pereaksi  adalah  reagen  Benedict yang  merupakan  campuran  dari  17,3  gram  kupri  sulfat, 173  gram  natrium  sulfat, dan  100  gram  natrium  karbonat  di  dalam  air.  Dalam  proses  pengujian  sampel dipanaskan  selama  ±  2  menit  dengan  tujuan  mempercepat  terjadinya  hidrolisis pada  maltosa  maupun  laktosa,  sedangkan  natrium  sulfat  dan  natrium  karbonat yang terdapat pada reagen benedict akan membuat lar utan sampel menjadi bersifat basa lemah  yang  kemudian  akan  direduksi. Pada  dasarnya reagen  Benedict hanya merupakan  modifikasi  dari  reagen  Fehling  terlihat  dari  reaksinya  yang  hampir sama  pada  proses  reduksi  dan  oksidasi…dst)

Baca selengkapnya...

Download Laporan Uji Barfoed

(Berikut ini adalah laporan praktikum tentang Uji Barfoed. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI. Berikut adalah gambaran singkat tentang laporan praktikum Uji Barfoed yang dimaksud)

I. Judul Praktikum : Uji Barfoed

II. Tujuan Praktikum : Untuk membedakan disakarida  pereduksi  dengan  monosakarida pereduksi  dalam  suatu  sampel

III. Landasan Teori :
Uji  Barfoed  Pada  dasarnya  memiliki  kemiripan  dengan  uji  Benedict  dan  uji Fehling,  uji  ini  juga  menggunakan  prinsip  oksidasi  dan  reduksi  yang  terjadi  oleh gula  yang  memiliki  gugus  aldehida  atau  keton.   Reaksi  yang  membedakan  uji Barfoed  dengan   uji  yang  lainnya  adalah  uji  ini  berlangsung  pada  keadaan  asam (acidic)  atau  pH  rendah  dan  dalam  waktu  tertentu  sedangkan  uji  lainnya  seperti Benedict  dan  Fehling  berlangsung  pada  keadaaan  basa  (alkaline)  atau  pH  tinggi. Uji  Barfoed  menggunakan  reagen  Barfoed  yang  terdiri  dari  tembaga  asetat  dan asam asetat glacial sebagai  pereaksi. Diketahui  bahwa disakarida merupakan agen pereduksi  yang  lemah,  mereka  tidak  membentuk  ion  kupri  pada  reagen  Barfoed yang  ada  dalam  keadaan  asam,  sedangkan  monosakarida  merupakan  agen pereduksi  yang  kuat  dan  mampu  membentuk  ion  kupri  dalam  reagen  Barfoed dalam  keadaan  asam  karena  itu  uji  Barfoed  ini  digunakan  untuk  membedakan disakarida  pereduksi  dengan  monosakarida  pereduksi  dalam  suatu  sampel….dst) 

Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Berbagai Bentuk Sperma

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Berbagai Bentuk Sperma. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Berbagai Bentuk Sperma yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Berbagai Bentuk Sperma

II. Tujuan Praktikum : Melalui kegiatan praktikum ini, para mahasiswa diharapkan mempunyai pengalaman mengenai :
1. Mendeskripsikan perbedaab morfologi sperma antar organisme satu dengan yang lainnya
2. Menjelaskan fungsi bagian-bagian sperma

III. Landasan Teori
Sebuah sperma, dari kata Yunani kuno dan lebih dikenal sebagai sel sperma, adalah sel haploid yaitu gamet jantan. Sperma meliputi dua bagian, yaitu zat cair dan sel. Cairan merupakan tempat hidup sperma. Sel-sel yang hidup dan bergerak disebut spermatozoa, dan zat cair dimana sel-sel tersebut berenang disebut plasma seminal (Partodihardjo, 1987). Soeparna (1980) mengemukakan bahwa spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas, tidak tumbuh atau membagi diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yang menghasilkannya, semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. Menurut Pangestuningtyas (1993), sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental, berwarna putih susu, penuh dan membuyar dengan mudah ketikan diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis……….dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Dasar Hewan

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Dasar Hewan. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Jaringan Dasar Hewan yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Jaringan Dasar Hewan

II. Tujuan Praktikum : Mengamati dan menggambarkan berbagai macam jaringan dasar pada hewan.

III. Landasan Teori :
Baik tubuh manusia maupun hewan  tersusun atas jaringan tertentu  atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Di setiap jaringan terdapat dua unsur pokok utama,yaitu sel yang merupakan unsur hidup, dan substansi interseluler yang merupakan unsur mati. Berdasarkan struktur dan fungsinya tubuh vertebrata disusun oleh empat jenis jaringan utama yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat dan penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf………..dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Anatomi Mamalia

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Anatomi Mamalia. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Anatomi Mamalia yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Anatomi Mamalia

II. Tujuan Praktikum :
Melalui serangkaian kegiatan berikut ini, diharapkan mahasiswa memperoleh beberapa pengalaman sehubungan dengan semakin dibutuhkannya guru biologi yang siap pakai, dalam arti bahwa seorang guru biologi harus mampu dan siap untuk bertatap muka dengan murid-murid di depan kelas sebagai penyampai informasi materi pelajaran; harus mampu dan siap untuk membimbing praktikum di laboratorium, dan harus mampu membimbing dalam penulisan karya ilmiah remaja.

Terkait dengan kegiatan di laboratorium, pengalaman yang diharapkan diperoleh adalah:
a). Mengenali lebih dekat ciri-ciri khas yang dimiliki oleh anggota-anggota dari Classis Mammalia.
b). Melakukan pembedahan (sectioning) terhadap hewan-hewan percobaan, kemudian mengenali sekaligus menggambar organ-organ visceralis in situ yang kelihatan setelah seluruh kulit, otot maupun tulang-tulang di bagian ventral tubuhnya di buang.
c). Mengenali sekaligus menggambar satu-persatu dari sistem organ yang dimiliki oleh kelinci (Oryctolagus sp.)...............dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Isolasi Mikroorganisme Tanah Penambat Nitrogen

Berikut adalah laporan Praktikum Isolasi Mikroorganisme Tanah Penambat  Nitrogen. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Praktikum Isolasi Mikroorganisme Tanah Penambat  Nitrogen yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Isolasi Mikroorganisme Tanah Penambat  Nitrogen

II Tujuan Praktikum : Mengisolasi mikoorganisme penambat nitrogen yang bersimbiosis dengan akar tanaman Leguminosae yang terdapat dalam tanah

III. Landasan Teori  :
Mikroorganisme yang menghuni ekosistem menunjukkan bermacam-macam tipe asosiasi dan interaksi antar spesies. Hubungan antar spesies ini biasanya disebut dengan simbiosis.Ada yang bersifat netral, ada yang diuntungkan dari interaksi itu dan ada yang dirugikan dari hubungan tersebut. Hal ini dapat terlihat dari hubungan yang dilakukan oleh bakteri Rhizobium dengan tanaman kacang-kacangan yang berperan dalam penambatan nitrogen.

Rhizobium merupakan anggota utama dari komunitas Rhizophere. Bakteri ini memiliki banyak plasmid yang digunakan untuk mendeteksi informasi pada Rhizobium tumbuh sebagai organism yang hidup bebas di dalam tanah, tetapi sangat penting untuk menginfeksi tanaman inang. Kolonisasi bakteri Rhizobium terjadi karena adanya sesuatu protein tanaman yang disebut dengan lektin. Dalam perkembangannya simbiosis pada tanaman legume yang dikontrol oleh protein regulator (flavanoid). Sinyal falvonoid ini akan mengaktifkan gen nod (gen regulator) dari bakteri Rhizobium. Selanjutnya gen nod mengaktifkan traskripsi enzim untuk metabolisme. Enzim ini menghasilkan zat chitinlike yang disebut nod faktor yang berperan dalam menjembatani perkembangan infeksi pada proses pembentukan bintil akar.  


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Berbagai Tipe-Tipe Telur

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Berbagai Tipe-Tipe Telur. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Berbagai Tipe-Tipe Telur yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Berbagai Tipe-Tipe Telur

II. Tujuan Praktikum : Melalui kegiatan praktikum ini, para mahasiswa diharapkan mempunyai pengalaman mengenai mendiskripsikan perbedaan berbagai tipe telur antara organisme

III. Landasan Teori
Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil. Dalam beberapa organisme yang termasuk ovipar, fertilisasi dapat berlangsung secara eksternal dan internal. Fertilisasi eksternal ialah fertilisasi yang berlangsung dialam bebas, diluar tubuh hewan betina. Model fertilisasi ini banyak dijumpai pada invertebrata aquatic, ikan, dan amphibian. Ditinjau dari sudut evolusi fertilisasi eksternal tergolong kedalam model fertilisasi yang masih primitive. Untuk memperoleh peluang yang cukup bagi ovum dan sperma untuk saling bertemu, maka diperlukan adaptasi sebagai berikut………….dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Epitelium

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Epitelium. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Praktikum Pengamatan Jaringan Epitelium yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Berbagai Bentuk Jaringan Epitelium Manusia

II. Landasan Teori :
Jaringan (tissue) merupakan struktur yang dibangun oleh integrasi sel-sel dengan sifat-sifat morfologi dan fungsi yang sama. Salah satu dari empat jaringan utama yang menyusun tubuh organisme tingkat tinggi (hewan) adalah jaringan epitel. Jaringan epitel (epithelial tissue) ini memiliki fungsi utama sebagai : pelindung sel tersebut dari kerusakan fisik, kimiawi maupun biologis.

Setiap jaringan epitel memiliki struktur lempengan matriks ekstraseluler yang padat yang disebut membrana basalis yang menghubungkan jaringan epitelium dengan jaringan ikat yang berada di bawahnya. Fungsi dari membrana basalis ini adalah: mengorganisasikan peristiwa-peristiwa berurutan pada metabolisme sel, menyaring buangan darah ke ginjal, dan menyediakan jalur perpindahan sel-sel selama perkembangan. Membrana basalis tersusun dari lamina basalis (mengandung kolagen protein dan komleks-kompleks protein polisakarida amorf) dan serabut retikuler.


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Sel Tumbuhan Dan Sel Hewan

II. Tujuan Praktikum :
a). Mengamati bentuk sel
b). Mengamati bagian-bagian sel
c). Membandingkan sel hewan dan sel tumbuhan

III. Alat dan Bahan
a). mikroskop
b). objek glass
c). cover glass
d). blue metilen
e). gelas ukur
f). pipet
……………………….dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Tumbuhan

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Tumbuhan. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Jaringan Tumbuhan yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Jaringan Tumbuhan

II. Tujuan Praktikum :
a). Siswa mampu membedakan jaringan penyusun organ tumbuhan.
b). Siswa dapat mengetahui ciri-ciri (letak, struktur, dan fungsi) dari masing-masing jaringan penyusun organ tumbuhan

III. Alat Dan Bahan :
a). mikroskop
b). objek glass
c). cover glass
d). gelas ukur
e). pipet
f). silet
g). daun Ficus elastica
h). batang bayam
i). beberapa preparat jadi: preparat batang jagung, daun jagung, dan akar jagung(Zea mays)


III. Cara Kerja :
a). Sediakan objek glass yang bersih, kemudian tetesi dengan air.
b). Dengan menggunakan silet, irislah daun Ficus elastica secara melintang. Letakkan irisan tersebut di atas air pada objek glass kemudian tutup dengan cover glass. Diusahakan agar tidak ada gelembung…………….dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Anatomi Telur

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Anatomi Telur. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Pengamatan Anatomi Telur yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Anatomi Telur

II. Tujuan Praktikum : Melalui kegiatan praktikum ini, para mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan bagian-bagian telur beserta fungsinya

III. Landasan teori
Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur merupakan hasil akhir dari proses gametogenesis, setelah oosit mengalami fase pertumbuhan yang panjang yang sangat bergantung pada gonadotropin. Perkembangan diameter telur pada oosit teleostei umumnya karena akumulasi kuning telur selama proses vitelogenesis. Akibat proses ini, telur yang tadinya kecil menjadi besar. Ada tiga macam bahan kuning telur yang berbeda 1) butir minyak (oil droplet), 2) gelembung kuning telur (yolk vesicle), 3) bola kecil kuning telur (yolk globule)…………dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Otot

Berikut adalah laporan Praktikum Pengamatan Jaringan Otot. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang Praktikum Pengamatan Jaringan Otot yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : Pengamatan Jaringan Otot Manusia

II. Landasan Teori :
Jaringan otot mempunyai struktur yang sesuai dengan peranan fisologisnya tetapi memiliki fungsi yang sama yaitu bertanggung jawab terhadap gerakan tubuh. Sel otot berasal dari mesoderm, dan diferensiasinya  terjadi melalui proses pemanjangan disertai dengan pembuatan myofibril. Berdasarkan ciri morfologis dan fungsionalnya, jaringan otot pada mamalia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu otot polos (Musculus Nonstreata), otot lurik (Musculus Streata) dan  otot jantung (Musculus Cardiac).

Musculus Nonstreata terdiri atas sel yang panjang dan tidak memiliki garis melintang. Proses kontraksi otot polos lambat dan bersifat involunter (tidak sadar). Dibungkus oleh lamina basalis dan jalinan serat retikuler (endomisium) yang berfungsi menggabungkan kekuatan saat Musculus Nonstreata berkontraksi, misalnya saat terjadi gerak  peristaltis dalam usus. Sel-sel ototnya berbentuk fusiformis yaitu sel otot paling lebar berada di tengah dan meruncing pada kedua ujungnya, memiliki ukuran 20 mikrometer sampai 500 mikrometer, nukleusnya pipih, tunggal dan terletak ditengah….…..dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Pengamatan Anatomi Perbandingan Vertebrata

Berikut ini adalah laporan praktikum Pengamatan Anatomi Perbandingan Vertebrata. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang laporan praktikum Pengamatan Anatomi Perbandingan Vertebrata yang dimaksud.

I. JUDUL : SYSTEMA RESPIRATORIA / SISTEM PERNAFASAN

II. TUJUAN :
Adapun tujuan dari praktikum  ini adalah untuk membandingkan systema respiratoria pada pisces (ikan bawal), amphibi (Bufo sp), reptil (Mabouya multifasciata), aves (Columba livia), dan mamalia (Lepus sp).

III. ALAT DAN BAHAN :
a). Alat seksi
b). Alas sparafin
c). Alkohol 75%
d). Ikan bawal
e). Bufo sp
f). Mabouya multifasciata
g). Columba livia
h). Lepus sp
…………………………….……..dst


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Mengenal Titik Kardinal Suhu Pada Ikan Kepala Timah

Berikut ini adalah laporan praktikum Mengenal Titik Kardinal Suhu Pada Ikan Kepala Timah. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang laporan praktikum Mengenal Titik Kardinal Suhu Pada Ikan Kepala Timah yang dimaksud.

A. Judul Praktikum : Mengenal Titik Kardinal Suhu Pada Ikan Kepala Timah (Aplocheilus panchax)

B. Tujuan Praktikum :
1). Mengetahui titk cardinal suhu pada ikan kepala timah
2). Melatih ketrampilan menggunakan alat-alat laboratorium                   

C. Landasan Teori :
Suhu adalah parameter yang menggambarkan derajat panas suatu benda. Semakin tinggi panas suatu benda, maka semakin tinggi pula suhunya. Panas yang dipancarkan atau dirambatkan oleh suatu benda merupakan bentuk energi yang dibebaskan oleh suatu benda melalui proses tranformasi energi. Dengan demikian secara tidak langsung suhu dapat dipakai sebagai indikator tentang besarnya energi yang dibebaskan oleh suatu benda (Swasta, 2003)............................dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporan Praktikum Analisis Karakteristik Urin

Berikut ini adalah laporan praktikum Analisis Karakteristik Urin. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download di link bawah tulisan ini. Berikut adalah gambaran tentang laporan praktikum Analisis Karakteristik Urin yang dimaksud.

I. Judul Praktikum : ANALISIS KARAKTERISTIK URIN

II. Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui karakteristik urin meliputi kejernihan, warna, pH, kandungan protein dan glukosa

III. Landasan Teori
Metabolisme yang berlangsung di dalam tubuh menghasilkan zat sisa yang harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh karena dapat mengganggu homeostatis. Pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dapat melalui ginjal (ren), paru-paru (pulmo), kulit (integumen), hati (hepar), dan usus besar (colon) (Citrawathi, 2001). Ginjal mammalia (manusia) mempunyai dua daerah berbeda, yaitu korteks renal di bagian luar dan medula renal dibagian dalam yang dibungkus oleh tubula ekskresi mikroskopis, yang disebut dengan nefron, dan duktus pengumpul dimana keduanya berkaitan dengan pembuluh-pembuluh darah kecil. Nefron merupakan unit fungsional ginjal vertebrata yang terdiri atas sebuah tubulus panjang tunggal dan sebuah bola kapiler yang disebut dengan glomerulus. Ujung buntu tubulus itu membentuk pembengkakan mirip piala yang disebut kapsula bowman yang mengelilingi glomerulus……..….dst)


Baca selengkapnya...

Download Laporam Praktikum Pengamatan Tahapan Perkembangan Lalat Buah

Berikut ini adalah laporan praktikum Pengamatan Tahapan Perkembangan Lalat Buah. Bila anda memerlukannya sebagai bahan referensi, laporan praktikum tersebut bisa anda download disini. Berikut adalah gambaran tentang laporan praktikum Pengamatan Tahapan Perkembangan Lalat Buah yang dimaksud.

I. Tujuan Praktikum    :  Untuk mengetahui tahapan perkembangan lalat buah  (Drosophila sp).

II. Landasan Teori
Serangga adalah salah satu organisme yang memiliki keanekaragaman tertinggi. Kondisi ini diikuti dengan perkembangan yang relatif cepat dan dalam jumlah yang banyak. Hal ini menyebabkan serangga dapat mempertahankan kelangsungan hidup masing-masing spesies. Selain itu waktu yang diperlukan untuk perkembangan dari fase awal sampai dewasa relatif singkat.

Sebagian besar kelompok serangga mengalami metamorphosis dalam perkembangannya. Metamorphosis adalah perubahan wujud makhluk hidup dari fase larva hingga menjadi dewasa. Setiap serangga memiliki fase khas  yang berbeda untuk setiap tahap perkembangan. Hal ini memudahkan pengamatan dan cara mempelajarinya……..dst)


Baca selengkapnya...