Perubahan-Perubahan Fisiologik Sistem Hematologik Pada Kehamilan

Pada kehamilan terjadi perubahan-perubahan hematologik yang dalam batas-batas tertentu adalah wajar: Perubahan hematologik yang menonjol ialah : a). Perubahan plasma darah, b). Perubahan sel-sel darah, c). Akibat perubahan kedua hal tersebut akan timbul anemia fisiologik.

a). Perubahan plasma darah.
Pada kehamilan volume plasma darah akan mengalami kenaikan. Kenaikan volume plasma darah dimulai pada 3 bulan kehamilan, yang berangsur-angsur meningkat sampai mencapai kenaikan maksimal pada umur kehamilan 32-34 minggu. Setelah umur kehamilan 32-34 minggu volume plasma darah kemudian menurun, dan akan mencapai volume normal setelah 3 minggu persaIinan.

Bila kehamilan sudah mencapai genap bulan, maka volume plasma darah mengalami kenaikan sebesar 45% dari keadaan sebelum hamil: Kenaikan plasma ini adalah akibat rangsangan laktogen placenta yang menimbulkan kenaikan sekresi aldosteron.

Dalam kehamilan, volume plasma darah memang harus meningkat guna memenuhi kebutuhan cairan plasma pada rahim yang membesar, disertai juga dengan pembesaran pembuluhpembuluh darahnya. Selain itu kenaikan cairan plasma ini diperlukan guna menjaga keseimbangan hemodinamik, pada posisi tidur atau berdiri dan mengimbangi hilangnya cairan darah pada waktu persalinan.

b). Perubahan sel-sel darah.
Dimulai pada umur kehamilan 8 minggu, jumlah lekosit meningkat secara progresif sampai aterm. Pada pemeriksaan darah tepi akan ditemukan mielosit dan metamielosit, sebagai akibat lekositosis ini: Bila pada kehamilan didapatkan jumlah lekosit 10:000-15.000, hal ini wajar.

Trombosit akan mengalami kenaikan selama kehamilan. Beberapa penyelidik lain mengatakan bahwa jumlah trombosit tetap, bahkan sedikit lebih rendah dibanding dengan sebelum hamil. Namun yang jelas iaIah pada waktu pasca persalinan jumlah trombosit justru meningkat. Pada umur kehamilan 6 bulan, mulai terjadi kenaikan eritrosit dan mencapai puncak pada kehamilan aterm, yang akhirnya kembali normal setelah 6 minggu persaIinan.

d). Anemia fisiologik
Peningkatan volume plasma darah ternyata tidak seimbang dengan kenaikan jumlah eritrosit. Dalam perkembangan kejlaeubihhamilan, ternyata kenaikan volume plasma darah tinggi dari kenaikan eritrosit: Bila kenaikan volume plasma mencapai 35-55 %, maka kenaikan eritrosit hanya 15-30 %. Akibatnya terjadi pengenceran sel-sel eritrosit yang cukup besar, khususnya pada umur kehamilan 32-34 minggu sehingga secara relatip kadar Hb menjadi rendah.

Peristiwa pengenceran ini disebut "hydraemia", " pseudo anemia " atau lazim disebut "anemia fisiologik". Pada keadaan hemodilusi ini, kadar Hb dapat mencapai penurunan sampai 10%, yang masih dapat dianggap fisioIogik. Sebenarnya, mengenai masaIah hemodilusi atau pseudo anemia ini masih banyak pertentangan pendapat.

Banyak ahIi yang berpendapat bahwa apa yang dianggapnya sebagai hemodilusi sebenarnya adalah benar-benar suatu manifestasi defisiensi zat besi. Hal ini disebabkan karena memang banyak wanita hamil yang sejak permulaan sudah mengalami anemia defisiensi besi. Sebagai contoh, di negeri Inggris, 20% wanita hamil sudah mengalami defisiensi zat besi sejak mulai
Hamil.

Para penyelidik lain menentang pendapat ini dengan mengatakan bahwa pada anemia fisiologik tidak terjadi perubahan mikrositosis atau anisositosis, serta tidak terjadi penurunan zat besi serum. Lagi pula sering terjadi bahwa pemberian zat besi pada anemia fisiologik tidak menghasilkan peningkatan kadar Hb. tetapi begitu selesai persalinan justru terjadi kenaikan kadar Hb Pendapat terakhir para ahIi menyetujui bahwa pada anemia fisiologik sebaiknya tetap diberi tambahan zat besi karena pemberian zat besi ini tidak merugikan.

Disadur Dari : Cermin Dunia Kedokteran No. 19, 1980


Baca selengkapnya...

13 Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS)

Pedoman 4 sehat 5 sempurna pada tahun 1995 telah dikembangkan menjadi Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang memuat 13 belas pesan dasar yaitu :

1). Makanlah aneka ragam makanan. Tiada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang, dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan, kecuali bayi umur 0-4 bulan hanya mengkonsumsi ASI saja.

2). Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi. Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi sumber karbohidrat, lemak, dan protein. Kecukupan masukan energi bagi seseorang ditandai dengan berat badan normal.

3). Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi. Terdapat dua kelompok karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat kompleks.

4). Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi. Lemak dan minyak yang terdapat dalam bahan makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E, K. Konsumsi lemak paling sedikit 10% dari kebutuhan energi. Seyogyanya menggunakan minyak nabati, karena minyak nabati lebih mudah dicerna.

5). Gunakan garam beryodium. Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan KIO ( kalium iodat) sebanyak 30-80 ppm. Sesuai dengan Keppres No. 69 tahun 1994, semua garam yang beredar di Indonesia harus mengandung yodium. Kebijakan ini berkaitan dengan masih tingginya gangguan kesehatan akibat kekurangan yodium (GAKY) di Indonesia.

6). Makanlah makanan sumber zat besi. Zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah diperoleh dari makanan. Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi.

7). Berikan ASI saja pada bayi sampai berumur 4 bulan. ASI adalah makanan berbaik untuk bayi. Tidak ada satupun makanan yang dapat menggantikan ASI. ASI mempunyai kelebihan yang meliputi tiga aspek, yaitu : aspek gizi, aspek kekebalan, dan aspek kejiwaan berupa jalinan kasih sayang yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak.

8). Biasakan makan pagi. Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar lebih baik.

9). Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya. Air minum yang bersih dan bebas kuman. Untuk mendapatkannya, air harus dididihkan terlebih dulu.

10). Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur. Kegiatan fisik dan olahraga bermanfaat bagi setiap orang, karena dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot, serta memperlambat proses penuaan. Olah raga harus dilakukan secara teratur. Macam dan takaran olah raga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan.

11). Hindari minum minuman beralkohol. Seseorang yang minum beralkohol sering buang air kecil sehingga menimbulkan rasa haus. Orang ini akan mengatasi hausnya dengan minum alkohol lagi. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat gizi lain.

12). Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus juga layak konsumsi, sehingga aman bagi kesehatan. Makanan yang aman adalah makanan yang bebas kuman dan bahan kimia berbahaya, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat.

13). Bacalah label pada makanan yang dikemas. Label pada makanan yang dikemas adalah keterangan tentang gizi, jenis dan ukuran bahan-bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadaluwarsa, dan keterangan penting lainnya.


Baca selengkapnya...

Status Rentan Gizi Pada Ibu Hamil

Ibu hamil merupakan suatu kelompok yang rentan gizi sehingga asupan gizi sangat mempengaruhi status gizinya. Kelompok rentan gizi adalah suatu kelompok di masyarakat yang paling mudah menderita gangguan kesehatannya atau rentan karena kekurangan gizi.

Biasanya kelompok rentan gizi ini berhubungan dengan proses kehidupan manusia, oleh sebab itu kelompok ini terdiri dari kelompok umur tertentu dalam siklus kehidupan manusia. Pada kelompok-kelompok umur tersebut berada pada siklus pertumbuhan dan perkembangan yang memerlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur lain. Oleh sebab itu, apabila kekuranan zat gizi maka akan terjadi gangguan gizi pada kesehatannya.

Kelompok-kelompok rentan gizi terdiri dari :
a). Kelompok bayi, umur 0-1 tahun

b). Kelompok dibawah lima tahun (Balita) 1-5 tahun

c). Kelompok anak sekolah, umur 6-12 tahun

d). Kelompok remaja, umur 13-20 tahun

e). Kelompok ibu hamil dan menyusui

f). Kelompok usia lanjut.


Baca selengkapnya...

Masalah Gizi Pada Ibu Hamil

Ibu hamil sebenarnya juga berhubungan dengan proses pertumbuhan, yaitu pertumbuhan janin yang dikandungnya dan pertumbuhan berbagai organ tubuhnya sebagai pendukung proses pertumbuhan ini, maka kebutuhan makanan sebagai sumber energi juga meningkat. Peningkatan metabolisme berbagai zat gizi pada ibu hamil juga memerlukan peningkatan suplai berbagai vitamin, mineral khususnya Fe dan Ca serta kalori dan protein.

Apabila kebutuhan kalori, protein dan mineral meningkat ini tidak dapat terpenuhi melalui konsumsi makanan oleh ibu hamil, akan terjadi kekurangan gizi pada ibu hamil yang berakibat :

a). Berat badan bayi pada waktu lahir rendah dan sering disebut berat badan bayi rendah (BBLR).

b). Kelahiran premature (lahir belum cukup umur kehamilan).

c). Lahir dengan berbagai kesulitan dan lahir mati

Kekurangan gizi pada ibu hamil menimbulkan berbagai masalah gizi pada ibu hamil tersebut. Masalah gizi adalah gangguan pada beberapa segi kesejahteraan peorangan atau masyarakat disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Masalah gizi makro terutama kurang energi protein sedangkan masalah gizi mikro adalah masalah kekurangan zat besi, dan kurang zat yodium.

Kekurangan Zat Gizi Makro
Kekurangan Energi Kronis (KEK)
Ibu hamil yang kekurangan energi kronis mempunyai faktor resiko kesakitan yang lebih besar, terutama pada trisemester III kehamilan, akibatnya mempunyai resiko lebih besar untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Selain itu ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis yang telah melalui masa persalinan dengan selamat, akan mengalami pasca salin yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan.

Kekurangan energi kronis  adalah kekurangan energi yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dikategorikan kekurangan energi kronis jika Lingkar Lengan Atas (LLA) < 23,5 cm. Untuk mengurangi dampak ibu hamil kekurangan energi kronis, maka pemerintah melakukkan penapisan ibu resiko kekurangan energi kronis yang memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut:

a). Berat badan ibu sebelum hamil < 42 Kg

b). Tinggi badan ibu < 145 cm

c). Berat badan ibu pada trisemester I < 40 Kg

d). Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,0

e). Ibu menderita anemia (Hb < 119%)

Kekurangan energi kronis diakibatkan karena kurang energi yang lebih menonjol dari kekurangan enegi protein (KEP). Kekurangan energi ini diakibatkan oleh kurangnya konsumsi makanan yang mengandung energi dan protein.  

Kekurangan Zat Gizi Mikro
Kekurangan zat gizi mikro pada tingkat ringan sekalipun diketahui dapat menggangu kemampuan belajar, mengurangi produktivitas kerja, bahkan dapat memperparah penyakit dan meningkatkan kematian, terutama bayi, anak balita dan ibu hamil.

1)   Kekurangan Zat Besi
Anemia karena kekurangan zat besi masih lazim terjadi di negara sedang berkembang, tidak terkecuali di Indonesia. Dampak kekurangan zat besi pada wanita hamil dapat diamati dari besarnya angka kesakitan dan kemaatian maternal, peningkatan angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR).

Penyebab utama kematian meternal antara lain pendarahan pasca partum (disamping eklamsia dan penyakit infeksi) dan plasenta previa yang kesemuanya berpangkal pada anemia defisiensi. Zat besi dari makan masih sedikit, maka pemberian suplementasi pada masa ini sangat penting. Wanita hamil tidak hanya di beri suplemen zat besi tetapi juga suplemen asam folat.

2). Gangguan akibat Kekurangan Zat Yodium (GAKY)
Pada ibu hamil penderita GAKY berat untuk kurun waktu lama (kronik), dampak buruk GAKY mulai pada kehamilan trisemester kedua tetapi masi dapat diperbaiki apabila segera mendapat suplemen yodium. Apabila GAKY terjadi pada kehamilan tua (lebih dari trisemester II) dampak buruknya tidak dapat diperbaiki.

Artinya kelainan fisik dan mental yang terjadi pada janin dan bayi dapat berupa keguguran, lahir mati, lahir cacat, kerdil, kelainan psikomotor, dan kematian bayi. Pada tingkat ringan kekurangan yodium pada ibu hamil akan berdampak buruk pada perkembangan syaraf motorik dan kognitif janin yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan anak.


Baca selengkapnya...

Zat Gizi Yang Penting Bagi Ibu Hamil

Perkembangan dan pertumbuhan janin selama ibu hamil sangat dipengaruhi oleh ketersediaan zat gizi dalam tubuh. Ketersediaan ini sangat tergantung pada makanan. Oleh karena itu asupan zat gizi bagi ibu hamil harus ditingkatkan diatas kebutuhan wanita yang tidak hamil.  Berikut ini akan diuraikan secara singkat zat gizi apa saja yang diperlukan oleh ibu hamil beserta jumlah yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

1). Kalori, jumlah kalori yang diperlukan selama proses kehamilah berasal dari karbohidrat, seluruh protein, lemak yang terhimpun didalam ibu dan janin serta energi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh meliputi sekitar 75.000 kilo kalori, atau tambahan sekitar 300 kilo kalori per hari. Angka itu kira-kira mengandung 15 persen diatas kebutuhan normal wanita (tidak mengandung). Jumlah tersebut dibutuhkan hanya untuk kebutuhan ekstra untuk olahraga dan sebagainya. FAO/WHO (1973) merekomendasikan untuk gizi ibu yang sedang mengandung adalah tambahan150 kalori setiap bulan untuk 3 bulan pertama dan tambahan 350 kalori untuk 6 bulan terakhir.

Wanita hamil yang sehari-harinya melakukan pekerjaan ringan memerlukan tambahan energi rata-rata 200 kal/hari dan bagi yang melakukan pekerjaan berat nilai BMR (Base metabolisme Rates), angka yang diperlukan angka berat badan idaeal menurut tinggi badan wanita tersebut dalam keadaan tidak hamil. Wanita hamil yang berat badannya dibawah normal, perhitungan nilai BMR menggunakan angka berat badan minimal sehat.

2) Protein
Kebutuhan protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan plasma ibu, rahim atau uterus, payudara, demikian juga sintesa protein dalam janin dan plasenta. Bila dihitung secara sederhana semua protein yang terdapat dibagian tersebut, dapat diketahui bahwa masih harus diperlukan protein ekstra sebanyak 10 gr per hari yang harus ditambahkan dan dikonsumsi ibu. Protein disimpan dan ditimbun oleh organ-organ lain seperti didalam otot-otot.

Seperti halnya keperluan energi, untuk keperluan akan protein juga memerlukan tambahan yaitu :

a). Hamil trisemester pertama : + 1,2 gram/hari

b). Hamil trisemester kedua : + 6,1 gram/hari

c). Hamil trisemester ketiga : + 10,7 gram/hari

Sedapat-dapatnya ½ protein yang dibutuhkan berasal dari hewan dan selebihnya dapat diambil dari tumbuh-tumbuhan. Kekurangan protein dapat menimbulkan anemia, toxemia gravidarum, oedema dan praematuritas.

3) Kalsium dan Fosfor
Kalsium dan fosfor dipergunakan untuk pembentukan tulang-tulang janin (Obstetri fisiologi, 1983). Kadar kalsium dalam darah wanita hamil menurun drastis sampai 5% dibandingkan wanita yang tidak hamil. Secara komulatif, janin menimbun kalsium sebanyak 30 gram, dengan kecepatan 7, 110, dan 350 mg masing-masing pada trisemeste I, II, dan III.

Asupan yang dianjurkan kira-kira 1200 mg/hari bagi wanita hamil yang berusia diatas 25 tahun dan cukup 800 mg untuk mereka yang berusia muda. Sumber utama kalsium adalah susu dan hasil olahannya seperti whole milk, skimmed milk, yoghurt, keju, udang, sarang burung, sarden dalam kaleng serta beberapa bahan makanan nabati seperti sayuran warna hijau tua.

4) Vitamin
Kekurangan vitamin pada ibu hamil akan menimbulkan abortus dan kelainan bawaan (pada binatang percobaan) tetapi pada manusia pengaruh tersebut belum terbukti, tetapi bagaimanapu vitamin perlu untuk kesehatan yang optimal.

a). Vitamin A, diperlukan untuk menambah daya tahan terhadap infeksi.

b). Vitamin B kompleks, terdiri dari vitamin B1 (thiamin), riboflavin, asam nicotin, vitamin B6, vitamin B12 dan pyridoxine.

c). Vitamin B1 adalah vitamin anti neuritis , asam nicotin bersifat anti pellagra, sedangkan kekurangan Riboflavin (Vitamin B2) diantaranya menyebabkan cheilosis

d). Vitamin B12 (kobalamin), diantara vitamin B kompleks, vitamin B12 memang unik karena sangat jarang didapat dari tanaman, tetapi banyak di dalam daging atau produk olahan dari binatang. Bersama asam folat, vitamin ini mensintensis DNA dan memudahkan pertumbuhan sel. Vitamin ini penting sekali untuk pertumbuhan dan perkembangan normal dan keberfungsian sel-sel sumsum tulang, sistem persarafan, dan saluran cerna.

Tubuh dapat menyimpan B12 didalam hati dalam jumlah yang adekuat untuk persediaan selama 5 tahun. Itulah sebabnya defisiensi berat jarang terjadi. Pangan sumber vitamin B12 ialah hati, telur, ikan (terutama tuna), kerang, daging, unggas, susu dan keju. Faktor yang mengganggu penyerapan vitamin ini adalah alkohol, pil KB dan senyawa tertentu dalam rokok.

e). Vitamin C, selain mencegah skorbut, penting sekali untuk pertumbuhan janin.

f). Vitamin D, kekurangan vitamin D selama hamil berkaitan dengan gangguan metabolisme kalsium pada ibu dan janin. Gangguan ini berupa hipokalsemia dan tetani pada bayi lahir, Hipoplasia enamel gigi bayi, dan osteomalasia pada ibu. Kejadian ini dapat ditekan dengan pemberian 10 µg (400 IU) per hari. Kekurangan vitamin D kerap kali menjangkiti wanita hamil yang bermukim didaerah yang hanya sedikit bersentuhan dengan sinar matahari sehingga sintesis vitamin D dikulit jarang terjadi.

f). Vitamin E, penting untuk reproduksi dan pertumbuhan embrio.  

5). Zat Besi.
Volume plasma meningkat secara cepat selama masa awal dan pertengahan kehamilan dan tidak meningkat lagi pada bebeapa minggu terakhir sebelum kelahiran. Pada waktu itu volume plasma telah meningkat 50% dari volume plasma wanita tidak hamil. Bila Zat besi tidak ditambahkan, maka volume eritrositnya meningkat 20%. Karena itu konsentrasi hemoglobin menurun drastis selama masa kehamilan dan anemia merupakan hal biasa ditemukan pada wanit hamil.  

Perkiraan besaran zat besi yang ditimbun selama hamil adalah 1040 mg. Dari jumlah ini, 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg sisanya hilang. Dengan rincian sebanyak 300 mg ditransfer ke janin, 50-75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah sel darah merah dan 200 mg lenyap ketika melahirkan.

Jumlah sebanyak ini tidak mungkin tercukupi melalui diet. Karena itu suplementasi zat besi perlu sekali dilakukan, bahkan wanita yang bergizi baik. WHO menganjurkan bahwa suplemen zat besi yang mengandung 60 mg perlu diberikan kepada setiap ibu hamil perhari selama mengandung pada kuartal kedua dan ketida serta selama enam bulan menyusui.  

6). Asam Folat
Ketika seorang ibu hamil, simpanan asam folat dalam tubuh akan dimanfaatkan secara maksimal. Pada kondisi ini ibu hamil memerlukan asam folat lebih banyak dari poada biasanya untuk keperluan tumbuh kembang janin. Asam folat sangat penting bagi pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak karena asam folat adalah komponen DNA dan RNA.

Kecukupan asam folat akan mengurangi resiko kelahiran bayi cacat (birth defect), bayi lahir dengan berat badan rendah, maupan neural tube defect dan ablasio plasenta. Kekuangan asam folat yang parah dapat  menyebabkan anemia megaloblastik atau anemia megalollistik karena asam folat selain untuk sintesis komponen DNA dan RNA, juga berperan dapalam metabolisme normal makanan menjadi energi, pematangan sel dara merah, pertumbuhan sel dan pembentukan heme.

Gejala anemia jenis ini ialah diare, depresi, lelah berat, mengantuk berat, pucat dan perlambatan frekuensi nadi. Hal ini dapat diatasi dengan mempeoleh suplemen asam folat 400 mcg sampai 1 mg setiap hari karena asam folat pada makanan akan mudah rusak karena proses pengolahan makanan yang salah.

Suplementasi sebaiknya diberikan pada 28 hari pertama kehamilan, karena otak dan sumsum tulang belakang dibentuk pada minggu pertama kehamilan. Pencegahan kekurangan asam folat mencakup peningkatan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan suplemen.

7). Yodium
Wanita yang mengandung memiliki kadar yodium didalam darahnya yang cenderung lebih rendah, yaitu sekitar separuh dari konsentrasi normal. Kelenjar gondok harus bekerja keras untuk mengejar laju aliran darah yang dua kali lipat tersebut, dan hal ini sering menyebabkan pembesaran pada kelenjar gondok selama proses mengandung.  

Kekurangan yodium selama hamil mengakibatkan janin menderita hipotiroidisme, yang selanjutnya berkembang menjadi kretenisme karena peran hormon tiroid dalam perkembangan dan pematangan otak menempati posisi strategis. Kerusakan saraf akibat hipotiroidisme yang berlangsung pada akhir kehamilan tidak separah jika hal ini terjadi di awal kehamilan.

Karena itu koreksi terhadap kekurangan yodium sebaiknya dilakukan selama 3 bulan pertama kehamilan. Anjuran asupan per hari untuk wanita hamil dan menyusui sebesar 200 µg dalam bentuk garam beryodium dan pemberian minyak beryodium peroral atau injeksi.

8). Air
Wanita yang sedang hamil harus minum cukup banyak kira-kira 6-8 gelas sehari. Air akan menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal.


Baca selengkapnya...

Tahapan Pertumbuhan Janin Pada Tiap Bulan Kehamilan

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tahapan pertumbuhan janin pada tiap bulan kehamilan, semoga informasi pertumbuhan janin dalam kandungan ini bisa bermanfaat.

1). Akhir 1 bulan : Badan bayi melengkung panjangnya 7,5-10 mm ukuran kepala 1/3 dari seluruh tubuh. Saluran yang menjadi jantung sudah terbentuk dan sudah berdenyut. Dasar-dasar tractus digestivus sudah nampak, permulaan kaki dan tangan berbentuk tonjolan

2). Akhir 2 bulan : Mukanya sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai lengan dan tungkai dengan jari tangan dan kaki. Alat kelamin sudah nampak walaupun belum dapat ditentukan jenisnya. Panjangnya ± 4 cm.

3). Akhir 3 bulan : Panjangnya 7-9 cm sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku dan jenis kelaminnya sudah dapat ditentukan. Janin sudah bergerak tapi sedemikian halusnya pergerakan ini sehingga belum dapat dirasakan oleh ibu.

4). Akhir 4 bulan : Panjangnya 10-17 cm, beratnya 100 gr. Alat kelamin luar dapat ditentukan jenisnya. Kulit ditumbuhi rambut halus (lanugo).

5). Akhir 5 bulan : Panjangnya 18-27 cm, beratnya 300 gr. Bunyi jantung sudah dapat didengar.

6). Akhir 6 bulan : Panjangnya 28-34 cm, beratnya 600 gr. Kulit keriput dan lemak mulai ditimbun dibawah kulit.

7). Akhir 7 bulan : Panjangnya 35-38 cm, beratnya ± 1000 gr.

8). Akhir 8 bulan : Panjangnya 42,5 cm dan beratnya 1700 gr. Permukaan kulit masih merah dan keriput.

9). Akhir 9 bulan : Panjangnya 50 cm dan beratnya ± 2500 gr. Sudah ada lapisan lemak dibawah kulit.

10). Akhir 10 bulan : Panjangnya 50 cm dan beratnya 3000 gr. Kulit halus dan hampir tidak ada lanugo. Kepala ditutupi rambut, kuku melebihi ujung jari.


Baca selengkapnya...

Pertumbuhan dan Perkembangan Janin

Pada konsepsi, yakni menyatunya sperma dengan telur, terbentuk sel yang demikian kecilnya hingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Produk penyatuan tersebut diberi nama janin. Pada hari-hari berikutnya janin tersebut tumbuh hingga berat dan panjangnya bertambah.

Pertumbuhan adalah pertambahan berat dalam ukuran fisik, akibat berlipatgandanya sel dan bertambah banyaknya jumlah zat antar sel. Disamping itu terdapat pula proses diferensiasi dan pematangan. Sel-sel makin hari makin banyak dasn membentuk organ-organ dengan fungsi tertentu, seperti jantung, hati, ginjal, saluran pencernaan (lambung dan usus-usus), peru-paru dan sebagainya. Diferensiasi dan pematangan ini disebut dengan perkembangan.  

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi pada janin adalah :
1). Faktor keturunan atau bawaan
Faktor ini menentukan cepatnya pertumbuhan, bentuk janin, diferensiasi dan fungsi organ-organ yang dibentuk. Faktor keturunan merupakan kunci penentuan ukuran tinggi badan yang dapat dicapai seseorang tetapi gizi sebagian besar menentukan eratnya hubugan dan potensi genetisnya. Makanan yang disalurkan oleh ibunya melalui plasenta (ari-ari) mempunyai peranan yang sangat penting untuk menunjang potensi keturunan ini.

Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin karena merupakan alat pertukaran zat antara ibu dan anak ataupun sebaliknya. Plasenta bekerja sebagai usus ialah mengambil makanan berupa zat yang dibutuhkan oleh janin seperti zat hidrat arang, zat lemak, zat  protein, vitamin dan mineral dan juga zat-zat immun ibu dapat masuk kedalam darah anak.

2). Gizi ibu yang kurang baik atau buruk
Gizi ibu yang buruk pada waktu konsepsi atau sedang hamil muda dapat menyebabkan kematian atau cacat janin. Diferensiasi terjadi pada trisemester pertama hidupnya janin, hingga kekurangan zat tertentu yang sangat dibutuhkan dalam proses diferensiasi dapat menyebabkan tidak terbentuknya organ dengan sempurna, atau tidak berlangsungnya kehidupan janin tersebut. Pertumbuhan cepat terjadi terutama pada trisemester terakhir kehamilan ibu. Maka kekurangan makanan dalam periode tersebut dapat menghambat pertumbuhannya, hingga bayi yang dilahirkan dengan berat dan panjang badan yang kurang daripada seharusnya.

3). Penyakit infeksi pada ibu yang sedang hamil
ibu yang sedang hamil dan mengidap infeksi dapat menyalurkan kuman-kuman infeksinya pada janin. Infeksi pada janin juga mempengaruhi pertumbuhan bayi. Dinegara-negara yang sedang berkembang, jika dibandingkan dengan negara-negara industri, lebih sering ditemukan janin yang meninggal dalam perut, bayi premature, bayi yang dilahirkan dalam keadaan kurus. Perbedaan ini disebabkan oleh kurangnya masukan makanan dan sering terdapatnya infeksi pada janin selama dalam kandungan.

Pertumbuhan pada janin dapat diketahui dari bertambahnya berat janin. Pertambahan berat janin akan memberikan dampak langsung terhadap pertambahan berat badan ibu, pertambahan berat ibu yang normal selama kehamilan akan melahirkan bayi sehat dan berat badan yang normal juga.

Diketahui bahwa ibu yang kenaikan berat badannya selama mengandung kurang dari 4,5 Kg menghasilkan bayi waktu lahir dengan berat 0,45 Kg lebih ringan dari yang bertambah beratnya 12,5 Kg selama mengandung. Secara ideal berat badan ibu harus bertambah 3,6 Kg selama 20 minggu pertama kemudian meningkat 0,45 Kg setiap minggu sampai mencapai kenaikan berat sebanyak 12,5 Kg.

Tiga bulan pertama kehamilan pertambahan berat minimal 1-2 Kg. Sesudah itu pertambahan berat berlangsung secara linear dengan rata-rata 350-400 gr perminggu. Dengan laju pertambahan berat pada akhirnya 10-12 Kg sampai waktu melahirkan. Selama tiga bulan, kedua bagian badan ibu berperan dalam penambahan berat yaitu volume darah bertambah , rahim dan payudara bertambah besar dan lemak-lemak cadangan meningkat.

Pada tahap ketiga penambahan berat itu disebabkan oleh penambahan kantung peranakan yang terdiri dari jaringan sendiri, plasenta dan cairan amniotic. Dari  kenyataan tersebut maka korelasi antara gizi ibu dan berat janin sangat nyata pada waktu akhir kehamilan. Kekurangan gizi akan mengurangi panjang bayi, lingkar kepala dan berat plasentanya.


Baca selengkapnya...

Tips Memperoleh Bayi Laki-Laki Atau Perempuan

“Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan hasilnya” pepatah ini sangat cocok kita pegang teguh sebagai insan yang beragama. Namun jangan diartikan dari pepatah tersebut manusia hanya bisa pasrah dan pasif menunggu hasil dari Tuhan. Akan lebih bijaksana bila kita mau berusaha dan bekerja keras mengatasi segala persoalan hidup.

Salah satu persoalan hidup yang sering saya lihat dimasyarakat adalah kesulitan mendapatkan bayi sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan. Terutama bagi masyarakat yang menganut garis keturunan berdasarkan anak laki-laki atau perempuan saja. Walaupun anak adalah anugrah Tuhan yang mesti kita terima dengan tulus, namun tidak ada salahnya mengkaji proses terbentuknya jenis kelamin bayi berdasarkan kajian biologi. Hasil kajian ini nantinya bisa diaplikasikan sebagai tips memperoleh bayi dengan jenis kelamin tertentu.

Jenis kelamin bayi ditentukan oleh materi genetik sel telur (ovum) milik ibu dan materi genetik sperma dari ayah. Tipe materi genetik sel telur atau kromosom ovum adalah hanya tipe X, sedangkan kromosom sperma ada yang bertipe X dan ada pula yang bertipe Y. Bila terjadi pertemuan antara ovum dengan sperma tipe Y maka lahirlah anak laki-laki. Bila ovum bertemu sperma X lahirlah bayi perempuan. Jadi sebenarnya yang menentukan jenis kelamin bayi secara genetik adalah pihak laki-laki (ayah).

Bila kita ingin bayi laki-laki berarti kita harus memfasilitasi agar sperma Y bisa membuahi ovum. Bila ingin bayi perempuan berat kita harus memfasilitasi agar sperma X bisa membuahi ovum. Bagaimana cara memfasilitasi?Ternyata berdasarkan kajian sifat sperma X dan sperma Y sangat berbeda.

Sperma X gerakannya lambat, daya tahan lebih lama, serta lebih tahan terhadap suasana asam vagina atau rahim. Sperma Y gerakannya cepat, daya tahan kurang, serta tidak tahan pada suasana asam vagina atau rahim, sehingga memerlukan pH yang lebih basa. Berbekal pengetahun ini kita bisa merumuskan tips yang bisa membantu suatu pasangan memperoleh bayi sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan.

Tips Memperoleh Bayi Laki-laki :
1). Bilaslah vagina pasangan anda dengan larutan satu liter air ditambah dua sendok soda kue (natrium bikarbonat) sebelum bersenggama. Hal ini menciptakan suasana basa pada vagina dan daerah sekitarnya sehingga menguntungkan sperma Y.

2).  Lakukan senggama pada saat masa subur pasangan atau tepat saat ovulasi, yaitu  peristiwa lepasnya sel telur dari indung telur. Waktunya kira-kira empat belas hari setelah menstruasi. Langkah ini berfungsi memanfaatkan kecepatan gerakan sperma Y yang lebih tinggi bila dibandingkan sperma X.


3). Diusahakan agar orgasme istri mendahului suami. Untuk mencapai orgasme wanita kira-kira diperlukan waktu dua puluh lima sampai tiga puluh menit senggama. Hal ini juga memperbesar peluang sperma Y membuahi ovum.


4). Hendaknya dipilih posisi senggama dengan suami dan istri berhadapan muka (banyak teknik untuk posisi ini). Posisi ini memungkinkan suami melakukan penetrasi sedalam-dalamnya saat ejakulasi. Hal ini tentu memaksimalkan gerakan sperma Y mencapai ovum.


5). Saat ejakulasi suami mesti melakukan penetrasi sedalam-dalamnya, sehingga semen sepenuhnya terejakulasi.


6). Frekuensi hubungan seksual hendaknya ditiadakan pada masa istri kurang subur. Hal ini untuk menjaga kuantitas dan kualitas spermatozoa. (bila langkah 1-6 dijalankan dengan sungguh-sungguh maka peluang keberhasilan adalah 80%-90%)


7). Seleksi dan pemisahan sperma X dan sperma Y memakai teknik sentripugal atau filtrasi dan dilanjutkan dengan inseminasi buatan. Bila ingin bayi laki-laki maka yang diambil tentu sperma Y. Peluang keberhasilan 95% dan dilakukan dengan bantuan tenaga medis.

Tips Memperoleh Bayi Perempuan
1). Bilaslah vagina pasangan anda dengan larutan satu liter air ditambah dua sendok makan garam meja putih (natrium klorida) sebelum bersenggama. Hal ini menciptakan suasana asam vagina terjaga sehingga menguntungkan sperma X.


2).  Lakukan senggama pada tiga hari sebelum  ovulasi, yaitu  peristiwa lepasnya sel telur dari indung telur. Waktunya kira-kira sebelas hari setelah menstruasi. Langkah ini berfungsi memanfaatkan daya tahan sperma X yang lebih tinggi bila dibandingkan sperma Y.


3). Diusahakan agar istri tidak orgasme. Hal ini juga memperbesar peluang sperma X membuahi ovum.


4). Hendaknya dipilih posisi senggama dengan suami berada dibelakang istri. Posisi ini tidak memungkinkan suami melakukan penetrasi sedalam-dalamnya saat ejakulasi. Hal ini tentu memaksimalkan peluang sperma X membuahi ovum.


5). Saat ejakulasi suami mesti menarik sebagian penisnya sehingga penetrasi penis tidak dalam saat ejakulasi.


6). Frekuensi hubungan seksual dua sampai tiga hari sekali sampai dua sampai tiga hari sebelum ovulasi. Hal ini akan merendahkan kualitas dan kuantitas sperma (bila langkah 1-6 dijalankan dengan sungguh-sungguh maka peluang keberhasilan adalah 80%-90%)


7). Seleksi dan pemisahan sperma X dan sperma Y memakai teknik sentripugal atau filtrasi dan dilanjutkan dengan inseminasi buatan. Bila ingin bayi perempuan maka yang diambil tentu sperma X. Peluang keberhasilan 95% dan dilakukan dengan bantuan tenaga medis.

Selamat mencoba dan ingat selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.


Baca selengkapnya...