Faktor Penyebab Penyakit Kanker

Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut :

Faktor keturunan
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 sampai dengan 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Faktor Lingkungan
Ada beberapa faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kanker yaitu:

1). Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru -paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.

2). Sinar Ultraviolet dari matahari

3). Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.
Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah :

1). Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung.

2). Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.

3). Zat pewarna makanan

4). Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dan sebagainya.

6). Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.

Virus
Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :

1). Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.

2). Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah).

3). Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.

4). Virus Epstein : Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik.

5). Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

Infeksi
1). Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.

2). Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.

3). Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

Faktor perilaku
1). Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol.

2). Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering berganti ganti pasangan.

Gangguan keseimbangan hormonal
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. - Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria.

Faktor kejiwaan, emosional
Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

Radikal bebas
Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber - sumber radikal bebas yaitu :

1). Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.

2). Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.

3). Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis.

Kanker memiliki banyak penyebab tergantung dari lokasinya. Beberapa penyakit kanker tersebut adalah :


1). Kanker hati,
Penyebab utama keruskan pada hati adalah tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang,tidak buang air di pagi hari,pola makan yang terlalu berlebihan, tidak makan pagi,terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan,penggunaan minyak goreng yang tidak sehat. Mengkonsumsi masakan mentah juga menambah beban hati.

Kanker hati ( karsinoma hepatoseluler ) disebabkan adanya infeksi hepatitis B kronis apabila terjadi dalam jangka waktu lama. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyerang hati. Selain itu hepatitis B dalam jangka waktu lama juga bisa menyebabkan pengerasan hati ( sirosis ) bahkan menyebabkan kematian.

2). Kanker Prostat
Sebagian kaum laki-laki perlu tahu penyebab dari penyakit kanker prostat ini dikarenakan penyakit kanker prostat salah satu penyakit yang cukup membuat penderitanya menderita. Seperti yang kita ketahui bahwa kelenjar prostat adalah kelenjar kelamin pada pria yang memproduksi sperma. Dalam menjalankan funsinya kelenjar prostat memerlukan hormone testoteron yang dihasilkan oleh testis.

Kelenjar prostat terbentuk olah beberapa jenis sel yang secara normal akan membelah secara teratur. Apabila pembelahan berlebihan maka terjadi pembesaran kelenjar yang bersifat jinak maupun ganas. Penyebab pasti kanker prostat belum diketahui tetapi ada beberapa keadaan yang menjadi factor resiko untuk terjadinya keganasan pada kelenjar prostat yaitu :

a). Usia di atas 50 tahun
b). Diet tinggi lemak
c). Pembesaran prostat jinak
d). Infeksi virus yang ditularkan melalui hubungan kelamin
e). Riwayat kanker prostat dalam keluarga

3). Kanker Serviks
Kanker serviks atau lebih dikenal dengan istilah kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim, perubahan untuk menjadi sel kanker memakan waktu lama sekitar 10 sampai 15 tahun. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang berusia kisaran 30 sampai dengan 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik,kejiwaan, dan kesehatan seksual.  Kanker serviks ini disebabkan oleh Human Ppilloma virus atau HPV. Virus inibersifat onkogenik ( menyebabkan kanker ). HPV ini ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui penggunaan barang pribadi yang bersamaan misalnya penggunaan handuk bersama atau pakaian bersama. Faktor-faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks antara lain :

a). Menikah di usia muda
b). Merokok
c). Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
d). Kehamilan sering
e). Penyakit menular seksual.

4). Kanker Otak
Kanker otak itu penyebabnya banyak sekali. Segala sesuatu yang membuat otak kita mendapat paparan bisa bisa menjadi pencetusnya. Faktor penyebab kanker otak dari dalam yaitu:

a). Genetik keturunan,apabial ada garis keturunan yang menderita kanker otak maka hati-hati untuk tetap menjaga kesehatannya.

 b). Riwayat truma atau benturan, benturan di kepala walaupun cidera kepala ringan tetap waspada, perubahan jaringan yang terbentur bisa juga menjadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal di otak.

Faktor-faktor penyebab kanker otak dari luar yaitu :
a). Pola hidup, pola hidup yang tidak sehat bisa juga menjadi penyebab kanker secara umum, seperti merokok, makanan kurang serat dll

b). Karsinogenik, bahan karsinogenik secara umum juga menjadi penyebab kanker, seperti minyak goreng yang dipakai berulang-ulang,bahan kimia yang terhirup atau tercampur pada makanan.

c). Radiasi, radiasi bahan-bahan kimia juga bisa memicu tumbuhnya sel kanker.

5). Kanker Rahim
Kanker rahim merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan. Penyebab kanker ini antara lain hubungan intim di bawah usia 17 tahun. Penyakit ini muncul karena sel-sel epitel pada dinding rahim berkembang tidak normal. Seperti penyakit kanker lainnya, penyebab kanker rahim inipun belum diketahui secara pasti.

Beberapa penelitian kemudian menyebutkan bahwa kanker ini disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus yang muncul antara lain karena perilaku sering berganti-ganti   pasangan seks. Virus ini hidup di daerah yang lembab persisinya dalam cairann vagina yang diidap oleh penderita keputihan. Jika keputihan ini tidak  segera membaik maka virus ini bisa memunculkan kanker rahim. Biasanya keadaan ini ditandai dengan banyaknya  cairan keputihan yang disertai bau tidak sedap dan pendarahan yang keluar dari vagina.

6). Kanker usus
Sejauh ini penyebab kanker usus besar memang belum diketahui secara pasti. Hanya saja beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini yaitu cara diet yang salah, obesitas, pernah terkena kanker usus besar, berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar,pernah memiliki polip di usus, umur , jarang melakukan aktivitas fisik, merokok.

Mengenai gejala kanker usus besar beberapa hal yang sering dikeluhkan pada penderita yaitu, pendarahan pada usus besar yang ditandai dengan ditemukannya darah pad feses saat buang air besar. Perubahan pada fungsi usus tanpa sebab yang jelas lebih dari enam minggu. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Rasa sakit perut atau bagian belakang. Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar. Rasa lelah yang terus –menerus.

7). Kanker Payudara
Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti tetapi ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Beberapa faktor resiko yang berpengaruh adalah :

a). Usia, sekitar 60% knker payudara terjadi pada usia di atas 60 tahun. Resiko terbesar ditemukan pada wanita berusia di atas 75 tahun.

b). Pernah menderita kanker payudara. Setelah payudara yang terkena diangkat,maka resiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5 – 1%/ tahun.

c). Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara. Wanita yang ibu,saudara perempuan atau anaknya menderita kanker memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.

d). Faktor genetic dan hormonal.

e). Pemakaian alcohol.

f). DES. Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.

g). penyinaran

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak,perubahan ukuran bentuk payudara,keluar cairan yang abnormal dari putting susu,perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara,payudara tampak kemerahan. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang,penurunan berat badan, pembengkakakan lengan atau ulserasi kulit.

8). Kanker Darah
Perkembangan leukemia atau kanker darah sekarang ini belum dapat dideteksi secara dini dan penyebabnya belum bisa dideteksi. Penyakit ini merupakan kanker yang mematikan dan belum bisa dicegah dan cara penyembuhannyapun masih menjadi bahan perdebatan. Ada beberapa zat dan bahan penyebab yang bisa menimbulkan kanker. Ada juga beberpa makanan yang akrab dalam keseharian masyarakat yang diduga dapat menjadi pemicu timbulnya kanker darah seperti ikan asin,ikan teri,oncom dan tempoyak.

Kanker darah adalah suatu penyakit proliferasi neoplastik yang sangat cepat dan progresif yang ditandai oleh proliferasi abnormal dari sel-sel hematopoitik yang menyebabkan infiltrasi yang progresif pada sumsum tulang. Proses diferensiasi dari sel-sel leukemia ini biasanya tidak matang.

Akumulasi sel abnormal dari sel blast jenis tertentu akan menimbulkan gangguan system pembentukan hormone sel darah merah, gangguan system untuk pembentukan likosit dan gangguan system pembentukan trombosit . kanker darah tidak menular dan bukan merupakan penyakit keturunan, tetapi kanker darah itu bersifat familiar.


Baca selengkapnya...

Informasi Seputar Penyakit Kanker

Sebelum membahas tentang pengertian kanker, perlu dibahas terlebih dahulu tentang pengertian tumor karena sering terjadi kesalahan pengertian antara kanker dan tumor. Tumor (neoplasia) adalah jaringan baru yang abnormal yang terbentuk dalam tubuh, mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda dari sel atau jaringan asalnya. Keadaan ini disebabkan adanya pertumbuhan dan diferensiasi yang abnormal akibat kerusakan gen pengaturnya.

Tumor ini sendiri dapat dikelompokkan menjadi 2 :
1). Benign Tumor (tumor jinak)
2). Malignant tumor (tumor ganas/kanker)

Tumor dan kanker memiliki perbedaan - perbedaan nyata, baik dalam gambaran klinisnya maupun berdasar histopatologi. Perbedaan tumor jinak dan tumor ganas :

1). Tumor jinak, ciri utamanya :
a). tumor jinak jarang mengancam jiwa
b). umumnya tumor jinak dapat diangkat seluruhnya dan jarang tumbuh kembali
c). tumor jinak tidak menginvasi ke jaringan sekitarnya
d). tumor jinak tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

2). Tumor ganas atau kanker:
a). tumor ganas umumnya lebih berat daripada tumor jinak dan dapat mengancam jiwa
b). tumor ganas dapat diangkat, namun kadang mereka dapat tumbuh kembali
c). sel tumor ganas dapat menginvasi jaringan sekitarnya
d). sel tumor ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya (metastasis)
 
Tidak semua tumor merupakan kanker dan beberapa tumor jinak dapat berubah menjadi kanker. Berdasarkan pengertian tumor tersebut, maka pengertian kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Kanker mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1). Agresif
Secara fisiologis, sel manusia mempunyai sistem untuk mempertahan jumlah sel tubuhnya, atau Density Dependent Growth. Pada sel yang terkena kanker mekanisme ini tidak berfungsi. Proto-oncogen yang seyogyanya bertugas memperbanyak sel jika terjadi kekurangan jumlah sel, mengalami mutasi sehingga menjadi oncogen. Keberadaan oncogen ini akhirnya menyebabkan pertumbuhan yang tidak terkendali melewati batas-batas normal.

2). Invasive
Karakter berikutnya dari kanker adalah invasive, jadi sel kanker ini bersifat merusak dan menyerang sel-sel tetangganya. Tidak seperti sel tumor benign yang cenderung terbatas pada areal tertentu saja.

3). Metastasis 
Metastasis adalah salah satu ciri paling penting dan berbahaya dari kanker. Metastasis dapat diartikan menyebar ke anggota tubuh yang lain melalui pembuluh darah atau  pembuluh limfe. Pada titik ini, sel kanker sudah menyebar ke bagian lain dari tubuh manusia.
           
Pertumbuhan yang tidak terkendali sel kanker disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).

 Hampir semua jenis kanker dinamakan berdasarkan tempat awal mereka berasal. Misalnya, kanker pada paru-paru dinamakan kanker paru-paru atau kanker pada payudara dinamakan kanker payudara.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasinya dan karakter dari keganasan dan apakah ada metastasis. Sebuah diagnosis yang menentukan biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi dan/atau radiasi.

Bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.

Berdasarkan estimasi America Cancer Society 2008 terdapat 1.437.180 penderita kanker baru dan jumlah ini tidak termasuk keganasan non invasif/ in situ dan keganasan kulit. Dan diperkirakan di Amerika, terdapat 566.650 orang meninggal karena kanker (1500 orang per hari). Di dunia, kanker merupakan penyakit no.2 yang menyumbangkan kematian setelah serangan jantung. Diperkirakan 7,6 juta orang meninggal akibat kanker dan 84 juta orang akan meninggal hingga 10 tahun ke depan. Sedangkan di Indonesia, kanker merupakan penyebab kematian no.6 dan diperkirakan terdapat 100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk per tahunnya.

Jenis - jenis kanker yang telah dikenal saat ini yaitu :
1). Karsinoma
Yaitu jenis kanker yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan seperti sel kulit, testis, ovarium, kelenjar mucus, sel melanin, payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung, pancreas, dan esofagus.

2). Limfoma
Yaitu jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus, dan sumsum tulang. Limfoma spesifik antara lain adalah penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe dan limfa).

3). Leukemia
Kanker jenis ini tidak membentuk massa tumor, tetapi memenuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal.

4). Sarkoma
Yaitu jenis kanker dimana jaringan penunjang yang berada dipermukaan tubuh seperti jaringan ikat, termasuk sel - sel yang ditemukan diotot dan tulang.

5). Glioma
Yaitu kanker susunan syaraf, misalnya sel-sel glia (jaringan penunjang) di susunan saraf pusat.

6). Karsinoma in situ
Yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif (kelainan/luka yang belum memyebar).


Baca selengkapnya...

Perbedaan Lalat Buah Jantan Dan Betina (Drosophila melanogaster)

Berikut ini adalah perbedaan lalat buah jantan dan betina :

1). Ukuran tubuh jantan lebih kecil dari betina.

2). Sayap jantan lebih pendek dari sayap betina.

4). Terdapat sisir kelamin (sex comb) pada lalat buah jantan, sedangkan pada betina tidak.

5). Ujung abdomen tumpul dan lebih hitam pada jantan, sedangkan pada betina ujung abdomen runcing.


Baca selengkapnya...

Ciri Umum Drosophila melanogaster

Berikut ini adalah ciri umum Drosophila melanogaster :

1). Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang.

2). Berukuran kecil, antara 3-5 mm.

3). Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya.

4). Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.

5). Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.

6). Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.

7). Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk.

8). Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam.

9). Sayap panjang, berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax.


Baca selengkapnya...

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Siklus Hidup Drosophila melanogaster

Suhu Lingkungan
Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal. Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Pada suhu ini lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar 180C, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama dan lambat yaitu sekitar 18-20 hari. Pada suhu 30°C, lalat dewasa yang tumbuh akan steril.

Ketersediaan Media Makanan
Jumlah telur Drosophila melanogaster yang dikeluarkan akan menurun apabila kekurangan makanan. Lalat buah dewasa yang kekurangan makanan akan menghasilkan larva berukuran kecil. Larva ini mampu membentuk pupa berukuran kecil, namun sering kali gagal berkembang menjadi individu dewasa. Beberapa dapat menjadi dewasa yang hanya dapat menghasilkan sedikit telur. Viabilitas dari telur-telur ini juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina (Shorrocks, 1972).

Tingkat Kepadatan Botol Pemeliharaan
Botol medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu padat. Selain itu, lalat buah yang dikembangbiakan di dalam botol pun sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa pasang saja. Pada Drosophila melanogaster dengan kondisi ideal dimana tersedia cukup ruang (tidak terlalu padat) individu dewasa dapat hidup sampai kurang lebih 40 hari. Namun apabila kondisi botol medium terlalu padat akan menyebabkan menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa.

Intensitas Cahaya
Drosophila melanogaster lebih menyukai cahaya remang-remang dan akan mengalami pertumbuhan yang lambat selama berada di tempat yang gelap.


Baca selengkapnya...

Kajian Tentang Lalat Buah (Drosophila melanogaster)

Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang dapat ditemukan di buah-buahan busuk. Drosophila telah digunakan secara bertahun-tahun dalam kajian genetika dan perilaku hewan. Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama, yaitu; kepala, thoraks, dan abdomen.

Seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada Drosophila, determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. Setelah fertilisasi, akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.

Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Perkembangan dimulai segera setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk makan.

Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago (fase seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa.

Telur Drosophila berbentuk benda kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. Betina dewasa mulai bertelur pada hari kedua setelah menjadi lalat dewasa dan meningkat hingga seminggu sampai betina meletakkan 50-75 telur perhari dan mungkin maksimum 400-500 buah dalam 10 hari.  

Telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan, yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangkai.tipis. Korion mempunyai kulit bagian luar yang keras dari telur tersebut.

Larva Drosophila berwarna putih, bersegmen, berbentuk seperti cacing, dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. Untuk pernafasan pada trakea, terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior.

Saat kutikula tidak lunak lagi, larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. Selama periode pergantian kulit, larva disebut instar. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya.

Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva (instar ketiga) makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Dan jika dapat diringkas, pada Drosophila, destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit (molting) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II, dari larva instar II ke instar III, dari instar III ke pupa, dan dari pupa ke imago.

Selama makan, larva membuat saluran-saluran di dalam medium, dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. Dan disini larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan seperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk pupa. 

Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikula menjadi keras dan berpigmen, tanpa kepala dan sayap disebut larva instar 4. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap, dan kaki. Puparium (bentuk terluar pupa) menggunakan kutikula pada instar ketiga. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif, dan dalam keadaan ini, larva berganti menjadi lalat dewasa.

Struktur dewasa tampak jelas selama periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap embrio. Pembatasan jaringan preadult (sebelum dewasa) disebut anlagen. Fungsi utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa.

Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar 9 hari. Setelah keluar dari pupa, lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya belum terbentang. Sementara itu, lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan.

Pada ujung anterior terdapat mikrophyle, tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio.


Baca selengkapnya...

Jenis-Jenis Pembuluh Darah

Arteri pulmonaris
Pembuluh ini membawa darah yang miskin oksigen dan kaya akan karbondioksida menuju paru-paru.

Arteri sistemik
Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.

Aorta
Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.

Arteriol
Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.

Pembuluh kapiler
Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.

Pembuluh balik atau vena
Pembuluh vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes.


Baca selengkapnya...

Sistem Peredaran Darah Katak

Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.

Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium.

Darah yang miskin oksigen dari berbagai jaringan dan organ-organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, dilepaskan CO2 dan O2 diikat. Dari paru-paru darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. Peredaran darah yang terjadi ini merupakan peredaran darah kecil. Selanjutnya, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel.

Di dalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang mengandung O2 dengan darah yang mengandung CO2, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari ventrikel, darah keluar melalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang menjadi tiga arteri pokok, yaitu arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala dan ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubuh, dan arteri posterior mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru.

Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sistem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfatik. Sistem peredaran limfatik berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah.

Baca selengkapnya...

Pengaruh Berbagai Faktor Lingkungan Laut Terhadap Makrobentos

Lingkungan laut selalu berubah secara dinamik. Kadang-kadang perubahan ini berlangsung dalam waktu yang relatif cepat maupun lambat. Cepat atau lambatnya perubahan ini sama-sama mempunyai pengaruh, yakni kedua sifat perubahan tersebut akan mengubah intensitas faktor-faktor lingkungan. Perubahan apaun yang terjadi akan baik bagi suatu kehidupan dan buruk bagi kehidupan yang lain. Karena terus berubahnya lingkungan, maka makhluk hidupun selalu berubah.

Gerakan Air
Gerakan air laut ini sangat penting bagi berbagai kehidupan di laut baik itu biologis maupun non biologis. Gerakan air laut ini meliputi pasang surut, arus dan gerak gelombang.

a). Pasang Surut
Pasang surut adalah naik dan turunnya permukaan laut secara periodik selama suatu interval waktu tertentu. Pengaruh pasang surut yang paling jelas terhadap organisme dan komunitas daerah litoral yang menyebabkan terkena udara terbuka secara periodik dengan kisaran parameter fisik cukup besar.

Lamanya terkena udara terbuka merupakan hal yang paling penting karena pada saat itulah organisme laut akan berada dalam kisaran suhu terbesar dan memungkinkan mengalami kekeringan (kehilangan air). Semakin lama terkena udara, semakin besar kehilangan air diluar batas kemampuan dan semakin kecil kesempatan untuk mencari makan dan mengakibatkan kekurangan energi.


b). Arus
Arus laut permukaan merupakan pencerminan langsung dari pola angin yang bertiup pada waktu itu. Jadi arus permukaan ini digerakan oleh angin dan begitupun arus dibawahnya ikut terbawa. Arus dilapisi oleh permukaan laut berbelok ke kanan dari arah angin dan arus dilapisan bawahnya akan berbelok lebih ke kanan lagi dari arah arus permukaan.

Hal ini disebabkan adanya gaya cariolis (Cariolis Force), yaitu gaya yang diakibatkan oleh perputaran bumi. Jika terjadi divergensi atau pembuyaran arus permukaan maka akan terjadi upwelling, yakni naik massa air dari lapisan bawah laut kelapisan permukaan dan jika terjadi konvergensi atau pemusatan arus permukaan, maka akan menyebabkan downwelling, yakni turunnya massa air dari lapisan atas kelapisan bawah.


c). Gerak Gelombang
Gerakan gelombang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap organisme dan komunitas dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Gelombang yang terhempas ke pantai akan melepaskan energinya di pantai. Makin tingginya gelombang, maka makin besar tenaganya memukul pantai.

Ada tiga faktor yang menentukan besarnya gelombang yang disebabkan oleh angin yakni kuatan hembusan, lamanya hembusan dan jarak tempuh angin. Jarak tempuh angin ialah bentangan air terbuka yang dilalui angin. Sekali gelombang telah terbentuk oleh angin maka gelombang itu akan terus merambat sampai jauh.



Suhu
Suhu merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisme di lautan, karena suhu mempengaruhi baik aktivitas metabolisme maupun perkembangbiakan dari organisme-organisme tersebut. Suhu air permukaan diperairan Indonesia umumnya berkisar antara 28-31oC. Dilokasi dimana penaikan air (upwelling) terjadi, misalnya di Laut Banda, suhu air permukaan dapat turun sampai sekitar 25oC ini disebabkan karena air yang dingin pada lapisan bawah terangkat ke atas.

Suhu air didekat pantai biasanya sedikit lebih tinggi dari pada yang di lepas pantai. Pantai laguna yang dangkal atau cekungan air yang tertangkap ketika air surut, suhu air mencapai lebih dari 35oC. Air dengan densitas yang rendah akan berada dilapisan atas dan air dengan densitas tinggi akan berada pada lapisan bawah.


Salinitas
Perubahan salinitas yang dapat mempengaruhi organisme terjadi di daerah pasang surut melalui dua cara. Pertama, karena di daerah pasang surut terbuka pada saat pasang turun dan kemudian digenangi air atau aliran akibat hujan lebat, sebagai akibat salinitas akan turun.

Kedua, adanya hubungan dengan genangan pasang surut yaitu daerah yang menampung air laut ketika pasang turun. Daerah ini dapat di genangi oleh air tawar yang mengalir masuk ketika hujan deras sehingga menurunnya salinitas, atau dapat memperlihatkan kenaikan salinitas terjadi jika penguapan sangat tinggi terjadi pada siang hari.

Fluktuasi salinitas di perairan untuk makrobentos intertidal tidak menyebabkan peningkatan rata-rata metabolisme di atas tingkat normalnya, karena makrobentos termasuk jenis organisme laut yang dapat menyesuaikan diri dengan habitat atau lingkungan yang di tempatinya.


Intesitas Cahaya
Intesitas cahaya mempengaruhi pola sebaran organisme. Ada sebagian organisme yang menyukai cahaya dengan intesitas cahaya yang besar, namun ada juga organisme yang lebih menyukai cahaya yang redup. Pada bagian bawah laut, cahaya matahari mempunyai pengaruh besar secara tidak langsung, yakni sebagai sumber energi untuk fotosintesis tumbuh-tumbuhan air dan fitoplankton.


Faktor-faktor Lain
Faktor lainnya yang berpengaruh bermacam-macam meliputi pH, persaingan antar organisme dan pemangsaan. Persaingan terjadi karena masing-masing individu berusaha untuk mendapatkan nutrisi, sehingga mempengaruhi pola penyebaran individu, demikian pemangsaan oleh organisme lain berpengaruh terhadap penyebaran organisme di daerah pasang surut. Selain itu, substrat yang berbeda-beda yakni pasir, lumpur dan batu menyebabkan perbedaan fauna dan struktur komunitas di daerah intertidal.


Baca selengkapnya...

Adaptasi Organisme Intertidal (Zona Pasang Surut)

Dalam bidang ekologi, adaptasi berarti suatu proses evolusi yang menyebabkan organisme mampu hidup lebih baik dibawah kondisi lingkungan tertentu dan sifat genetik yang membuat organisme menjadi lebih mampu untuk bertahan hidup.

Bentuk adaptasi adalah mencakup adaptasi struktural, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Adaptasi struktural merupakan cara hidup untuk menyesuaikan dirinya dengan mengembangkan struktur tubuh atau alat-alat tubuh kearah yang lebih sesuai dengan keadaan lingkungan dan keperluan hidup.

Adaptasi fisiologi adalah cara makhluk untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan penyesuaian proses-proses fisiologis dalam tubuhnya. Adaptasi tingkah laku adalah respon-respon hewan terhadap kondisi lingkungan dalam bentuk perubahan tingkah laku.

Kehidupan di daerah pasang surut sangat dipengaruhi oleh faktor fisik baik berupa substrat dan yang lainnya. Adapun adaptasi yang dilakukan moluska jenis Makrobentos pada substrat daerah pasang surut berupa adaptasi struktural, adaptasi fisiologi, adaptasi tingkah laku. Ketiga adaptasi tersebut diuraikan sebagai berikut.

Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi yaitu dengan menggali substrat sampai kedalaman yang tidak dapat lagi dipengaruhi oleh gelombang yang lewat. Strategi ini banyak dilakukan oleh kerang besar sperti Tivela stultorum, kerang pismo. Beberapa hewan juga biasanya melengkapi dirinya dengan mengembangkang cangkang yang sangat berat, yang dapat menahan hewan tetap berada dalam substrat.

Kesulitan dari tipe adaptasi ini adalah adanya badai kuat yang dapat menimbulkan gelombang besar yang dapat menghentak hewan ini keluar dan terlempar ke pantai. Hal ini yang menyebabkan kerusakan katastrofik yang kadang-kadang terjadi pada bentuk ini.


Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi misalnya adaptasi mengenai masalah pencegahan penyumbatan permukaan alat pernafasan oleh pasir yang tersuspensi. Untuk mencegahnya, saluran masuk pernafasan pada kerang pantai pasir sering dilengkapi dengan berbagai penyaring yang mencegah pasir masuk kedalamnya.


Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku dikakukan dengan kemampuan menggali dengan cepat, segera setelah gelombang yang lewat memindahkan hewan dari substrat. Mekanisme ini pada umumnya dilakukan oleh Annelida, karang kecil dan Crustacea.

Misalnya pada kepiting pasir dari famili Hippidae, dimana hewan-hewan ini mempunyai tubuh yang pendek dengan anggota tubuh yang telah dimodifikasi untuk menggali pasir dengan cepat. Segera setelah mereka tertarik dari substrat oleh gelombang yang lewat, meraka menggali kembali sebelum gerakan air membawa mereka keluar.


Baca selengkapnya...